Internet dan Jurnalis
Chris Kabwato, mendesak para jurnalis untuk segera menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kabwato adalah direktur Highway Africa yang minggu ini menyelenggarakan konferensi tahunannya di Rhodes University, Grahamstown, Afrika Selatan. Tiap tahun, ada sekitar 500an delegasi dari seluruh dunia berkumpul untuk membicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan kebijakan TIK, penguasaan internet dan media untuk demokrasi. Menurut Kabwato, internet adalah alat yang ampuh untuk membantu jurnalis dalam menunaikan pekerjaannya. Walaupun sudah banyak yang dilakukan oleh jurnalis, masih banyak yang harus dicapai.
Konferensi di Afrika Selatan ini mengingatkan saya pada sebuah buku yang diluncurkan pada 1995 lalu, The Net for Journalist. Buku yang ditulis oleh Martin Huckerby, seorang jurnalis sekaligus pelatih, disusun untuk jurnalis media cetak dan penyiaran.
Buku ini menuntun bagaimana cara mencari informasi di internet secara lebih efektif dan efisien, tidak hanya untuk mencari fakta-fakta atau angka-angka, tapi juga gambar, video atau audio. Yang penting lagi, bagaimana cara melakukan verifikasi informasi.
Buku ini diterbitkan oleh UNESCO, Thomson Foundation dan Commonwealth Broadcasting Association.
Versi PDF-nya [2.145 KB] dapat dikirimkan langsung ke mailbox Anda.
August 24, 2007 at 3:58 AM
I think, Chris Kabwato has a good idea. Using Information Technology and communication can make a news more authentic. By using TCI (TIK) journalist’s jobs can be easier.
TCI (TIK) also can make the consumer entertained.
Use TCI (TIK) in journalistic is very good idea.
March 5, 2008 at 3:42 AM
Halo mbak yu…
Wah belum baca tuh bukunya.
Beneran bisa dikirim langsung ke email?
Atau harus download dimana?
Trims